Evolusi celana di NBA

michael-jordan

 

Sebelum era 90-an hingga sekarang, dahulu NBA tampil sangat berbeda. Selain dari rating TV dan jumlah penonton yang meningkat, fashion di NBA pun berbeda jauh dengan NBA saat ini.

Dulu para pemain NBA mengenakan celana basket yang ketat dan sangat pendek. Tapi sekarang sudah berubah. Pebasket di NBA sekarang mengenakan celana basket model baggy dan panjang selutut.

Tapi tahukah anda, siapa yang pertama kali mengubah tradisi ini?

Ternyata Michael Jordan yang menjadi pemain pertama yang memakai celana yang bermodel baggy di NBA.

Hal ini karena Mike, sapaan akrabnya, selalu memakai celana basket tim kuliahnya yaitu North Carolina Tarheels. Celana kuliahnya ini selalu dipakainya di dalam celana Chicago Bulls pada tiap pertandingan NBA.

Jadi Mike harus memakai celana yang lebih besar dan berbeda model dengan celana yang biasa dipakai pemain lainnya.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sepatu Air Jordan

Michael Jordan

 

Tahukah anda?

Michael Jordan, legenda NBA dan bintang Chicago Bulls yang berhasil membawa tim asal Chicago berlambang banteng merah itu merebut 6 titel juara NBA pada periode 1991-98 ternyata memiliki cerita yang unik.

Semua orang tahu kehebatan Michael Jordan di lapangan, bagaimana kepemimpinannya di Chicago Bulls. Dan bagaimana sosoknya yang sangat disegani di NBA, baik oleh pemain, pelatih maupun wasit sekalipun.

Tapi tahukah anda bahwa Michael Jordan adalah seorang trendsetter fashion di NBA?

Di musim pertamanya di NBA, Jordan yang dikontrak oleh Nike memakai model sepatu yang sangat berbeda dari sepatu pemain basket NBA kala itu. Ia memakai sepatu dengan warna yang sangat serasi dengan warna seragam Chicago Bulls yang berwarna merah dan hitam. NBA menganggap hal ini sebagai suatu pelanggaran kode etik pemakaian seragam. Ketika itu semua pemain basket di NBA memakai sepatu basket berwarna putih polos.

Tapi Michael Jordan tetap memakainya dan lahirlah seri sepatu basket nike dengan kode Air Jordan.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

James, Wade dan Bosh Trio Baru Heat

James, Wade dan Bosh

NEW YORK–MI: Ambisi meraih gelar juara NBA, LeBron James akhirnya resmi meninggalkan Cleveland Cavaliers, Kamis (8/7). Bergabung ke Miami Heat, James akan bahu-membahu bersama Dwyane Wade dan Chris Bosh untuk bisa menjadi juara NBA yang sulit diraihnya.

“Saya akan membawa bakat saya ke Pantai Selatan dan bergabung bersama Miami Heat,” ujar James ketika mengungkapkan keputusannya yang paling ditunggu-tunggu masyarakat AS itu.

“Saya tidak pernah ingin meninggalkan Cleveland dan hati saya akan selalu bersamanya, tetapi saya juga merasakan sepertinya tantangan terbesar bagi saya adalah pindah,” tutur James yang kontraknya bersam Cavs selses1 Juli ini.

“(Kepindahannya) ini adalah semata-mata karena ingin menggabungkan kekuatan dengan kedua teman saya itu,” tambahnya.

“Saya merasa sepertinya saya sangat menghargai pertandingan mereka dan saya merasa sepertinya kami memiliki suatu peluang yang besar untuk menang dan menang selama bertahun-tahun.”

Dengan bergabungnya James ke Heat, maka spekulasi kemana forward 25 tahun tersebut akan berlabuh terjawab sudah. Sebelumnya sebanyak enam tim, Miami, Cleveland, Chicago Bulls, New York vKnicks, New Jersey Nets dan Los Angeles Clippers, semuanya sudah mengajukan penawaran kepada forward All Star tersebut.

Di Miami, James akan bergabung bersama-sama Wade dan Bosh yang merupakan rekannya di All Star dan di The Dream Team. Ketiganya sudah menyetujui bayaran mereka untuk memperkuat Heat dan bertujuan untuk membuat klub itu menjadi suatu klub yang mampu menantang Los Angeles Lakers untuk merebut gelar juara NBA musim depan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Di balik logo NBA

NBA

Sedikit yang mengetahui bahwa siluet dalam logo NBA adalah bintang NBA sepanjang masa. Dia adalah Jerry West, pentolan Los Angeles Lakers.

Pemain yang kerap dijuluki Mr Clutch ini disebut-sebut sebagai guard terbaik dalam sejarah NBA. Bukan hanya karena tinggi badan dan aspek atletisnya, melainkan juga karena seringnya insiden berdarah yang menimpa dirinya.

Setidaknya sembilan kali Jerry West mengalami patah tulang hidung saat bertanding. Ia juga tak jarang harus dibopong, bahkan ditandu saat keluar dari lapangan karena cedera yang dialaminya.

West sendiri tercatat 14 kali masuk dalam All Star Team, namun baru satu kali memenangi pertandingan. Ia menjadi orang ketiga yang mencetak lebih dari 25 ribu poin, di mana di tiap pertandingan rata-rata ia membukukan 27 poin. Tahun 1997, West dimasukkan dalam daftar 50 pemain terbaik dalam sejarah NBA.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dwyane Wade Jadi Ikon Air Jordan 2010

ALL STAR

INILAH.COM, Miami Forward Miami Heat Dwyane Wade mengaku terhormat dipercaya menjadi ikon sepatu Air Jordan 2010 keluaran apparel ternama dunia, Nike.
Dalam enam tahun terakhir, Wade dipercaya menjadi ikon apparel Converse, baru Juli silam melakukan kerjasama dengan Jordan Brand, yang berada di bawah payung Nike.
Hebatnya, Wade ditunjuk langsung oleh Legenda NBA Michael Jordan untuk menjadi ikon sepatu Air Jordan 2010, yang akan resmi keluar pada Februari 2010. Semuanya terasa spesial bagi Wade karena sekaligus merayakan 25 tahun Air Jordan, yang kali pertama muncul pada 1984.
Saya sangat kagus, karena saya tahu ini bukan berarti hanya menjadi bagian dari Jordan Brand, tapi benar-benar mewakili Jordan di lapangan dengan mengenakan sepatunya. Saya sangat tertarik, ujar Wade seperti yang dilansir The Associated Press.
Jordan sendiri mengaku yakin Wade bisa dengan baik mewakili Jordan Brand dengan baik.
Terkadang Anda harus mengumpan obornya. Dia melambangkan apa yang Jordan Brand wakili. Menjadi pemain dari komunitas Chicago, dia telah memenangkan kejuaraan, etos kerjanya, semua yang saya pikir mewakili Jordan Brand, papar Jordan.
Air Jordan 2010 akan diluncurkan 13 Februari dengan kisaran harga 170 dolar AS atau sekitar Rp 1.7 juta. Tanggal tersebut bertepatan dengan acara All-Star dan empat hari sebelum ulang tahun Jordan ke-47.[

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Alasan Lebron James ke Miami Heat

Lebron James

JAKARTA – Hanya ada dua label untuk pemain dalam olahraga: juara atau gagal. Kemenangan adalah satu-satunya tolak ukur kesuksesan seorang atlit dalam olahraga dan jumlah kejuaraan yang dimenangkan atlit tersebut adalah satu-satunya statistik yang relevan dalam mengukur kemampuan seorang pemain.

Baik anda setuju ataupun tidak, memang banyak cara untuk mengukur kehebatan seorang pemain. Namun biarlah kita berasumsi bahwa anda semua setuju akan hal ini. Karena dalam sebuah olahraga, kemenangan sangatlah dihargai. Kita suka seorang pemenang. Kita suka bila tim kita berhasil menang. Dengan berdasarkan pandangan di atas, maka tolak ukur kehebatan seorang pemain basket bisa diukur dari cincin juara yang ia dapatkan.

Dalam proses free agency menuju ke Miami Heat, James mengungkapkan banyak sisi dari kepribadiannya-arogan, tidak sensitif, narsis-namun jangan lupakan juga putus asa. Pada umur 25 tahun, James tentu merasa waktu semakin menipis. James tentu tidak ingin menunggu sampai umur 31 tahun dan sudah tidak berada pada masa keemasannya. James tidak ingin karirnya berakhir tanpa juara, karena ia akan dicap gagal.

Lebih baik juara, walaupun itu dengan cara apapun, ketimbang tidak sama sekali. Lebih baik mendapatkan cincin juara NBA bersama Dwyane Wade daripada tidak sama sekali. Keinginan James untuk menjadi juara lebih dari apapun tergambar jelas saat ia mengorbankan uang [ia mengambil jumlah uang lebih sedikit pada kontraknya untuk bermain dengan Bosh dan Wade], statistik, dan [hampir pasti] kehilangan gelar individual-yaitu trophy MVP regular season. Semua pengorbanan ini dilakukan agar James bisa menjadi juara dan LeBron melompat ke dalam kereta tercepat [ehmm…jalan pintas] menuju juara dengan membuat super team bersama Miami.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment